Biaya Membangun Rumah

Rumah merupakan aset paling berharga yang dimiliki seseorang. Bisa dibeli dengan memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau membelinya secara kontan dengan biaya sendiri atau membangunnya dari awal dengan terlebih dahulu membeli tanah dan bahan material.

Jika memilih membangun rumah sendiri, mahalnya material dan ongkos pekerja untuk membangun rumah harus jadi perhatian. Membangun rumah dari awal bukanlah perkara instan sehingga perlu perjuangan dan kerja keras.

Advertisement

Untuk membangun rumah impian, Anda harus bisa mulai menghitung biaya membangun rumah berdasarkan kemampuan keuangan pribadi yang disesuaikan dengan jenis rumah yang ingin dibangun. Jika dana terbatas, tak perlu mewah dan megah. Rumah bergaya minimalis dan cantik bisa jadi pilihan rumah idaman.

Ulasan berikut ini akan menjelaskan secara garis besar apa saja hal yang harus diperhatikan saat memutuskan membangun rumah, dan pos pengeluaran apa saja yang sebaiknya dianggarkan.

Advertisement

Menghitung luas lahan sebelum membangun rumah

Ini hal pertama yang harus dilakukan sebelum mulai membuat rencana anggaran biaya membangun rumah. Kelihatannya sepele, tapi pengukuran lahan harus dilakukan dengan hati-hati. Terutama bila lahan terletak di tengah area padat penduduk. Meskipun ukuran panjang dan lebar lahan sudah diinformasikan sebelumnya oleh pihak penjual, pengukuran ulang tetap diperlukan. Data ukuran lahan yang tidak akurat bisa berakibat fatal karena pembuatan desain rumah dan gambar kerja juga akan jadi tidak akurat.

Advertisement

Menghitung biaya desain sebagai panduan biaya

Sedangkan yang kedua, berdasarkan persentase RAB. Metode pertama saat ini lebih banyak ditawarkan oleh arsitek Indonesia dan akan lebih menguntungkan pemilik rumah karena tarif desain sudah ditentukan sejak awal. Nominal tarif per meter persegi cukup bervariasi, karena arsitek yang telah berpengalaman tarifnya akan lebih tinggi. Selain itu, tarif arsitek juga beragam antara kota yang berbeda. Untuk saat ini, arsitek Jakarta memasang tarif dengan perhitungan 5-7% luas lahan x Rp 5 juta. Sementara di kota lain, ada arsitek yang memasang tarif desain rumah sekitar Rp 1 juta x per meter persegi luas lahan.

Advertisement

Menyusun daftar material bangunan

Setelah desain siap, tahap selanjutnya adalah membuat daftar material (bahan bangunan) apa saja yang diperlukan untuk membangun rumah. Kebutuhan material pada umumnya sama untuk semua jenis rumah. Perbedaan terletak pada volume material yang dibutuhkan karena ini ada hubungannya dengan luas lahan dan desain rumah.

Advertisement

Menghitung biaya pekerja

Upah harian pekerja berbeda antara satu kota dan lainnya, sesuai dengan berapa besar biaya hidup standar di kota itu. Besar kecilnya upah juga ditentukan oleh ketrampilan pekerja dan jenis pekerjaan. Mulai dari penggalian tanah untuk pondasi, pemasangan batu bata, plafon, kusen, rangka atap, sanitasi, instalasi listrik, keramik, sampai pengecatan semua ada tarifnya.

Advertisement

Berdasarkan pengamatan homify, ada tiga sistem pengupahan tenaga pekerja proyek membangun rumah. Antara lain upah harian, upah borongan jasa, dan upah borongan penuh. Menurut data pertengahan tahun lalu, upah harian tenaga pekerja membangun rumah sekitar Rp 100 ribu – Rp 150 ribu per hari. Sedangkan upah borongan jasa dihitung berdasarkan luas lahan yang akan dibangun, yaitu mencapai Rp 600 ribu – Rp 800 ribu per meter persegi. Upah borongan penuh pada prinsipnya sama dengan upah borongan jasa. Biasanya kontraktor akan menawarkan sistem borongan penuh bila pemilik rumah tidak ingin repot berbelanja material sendiri. Tarifnya mencapai Rp 3 juta – Rp 5 juta per meter persegi. Memang lebih praktis, tetapi pemilik rumah perlu memilih kontraktor yang benar-benar dapat dipercaya. Bukan tidak mungkin kontraktor yang curang memilih material berkualitas rendah.

Hitungan final biaya membangun rumah

Setelah mendapat angka bulat dari pos biaya desain rumah, biaya belanja material bangunan, dan biaya pekerja, semua biaya dijumlahkan. Berapapun hasilnya, itulah besarnya biaya membangun rumah yang perlu disiapkan. Walaupun arsitek akan membuatkan rencana anggaran biaya (RAB), pemilik lahan perlu membuat hitungan kasar biaya membangun rumah sebelum berkonsultasi pada ahli manapun.

Advertisement

Bila rincian anggaran membangun rumah versi kita terlalu mahal, pemilik lahan bisa beralih ke rencana B. Yaitu dengan cara mengubah gaya desain rumah menjadi rumah minimalis. Saat pemilik lahan telah menyewa jasa seorang arsitek, hal ini lebih baik ditekankan di awal agar arsitek tahu bagaimana situasi yang dialami pemilik lahan.

Membangun rumah dengan konsep minimalis adalah solusi untuk menekan besaran biaya yang harus dikeluarkan. Namun, tetap saja harus cermat agar tak ada faktor pemborosan sehingga menyebabkan pembengkakan anggaran. Untuk itu, selalu perhatikan informasi terbaru yang ada, baik harga tanah, material, maupun tarif pekerja

Advertisement

Reffrensi : https://allaboutbisniss.wixsite.com/mysite-2/single-post/2018/06/04/Cara-terbaik-dalam-bangun-rumah-biaya-murah

Share This Story

Get our newsletter